0
Suasana di ruang DPRD Jayawijaya
Wamena - Pembangunan Mako Brimob di Wamena Kabupaten Jajawiya menjadi polemik antara seluruh elemen masyarakat dan pemerintah setempat itu akhirnya di menangkan oleh Forum Masyarakat Jayawijaya se- Pegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP). FMJ-PTP bersama seluruh elemen masyarakat Jayawijaya dengan tegas menolak pembangunan Mako Brimob di daerah ini, karena dianggap kehadiran Aparat tidak akan mengamankan Kamtibmas di wilayah ini malah akan mempersempit ruang gerak masyarakat di daerah ini.

Setelah Polemik yang berlangsung cukup lama dan mendapat protes dari seluruh mahasiswa Jayawijaya dan Pegunungan Tengah ini akhirnya dimenangkan oleh seluruh masyarakat Jayawijaya yang kontra atas pembangunan Mako Brimob tersebut. Ketua FMJ-PTP Bonny Lanny merasa bersyukur karena atas kebenaran dan atas suara rakyat diperjuangkan selama ini telah berhasil. Yang mana putusan DPRD Jayawijaya pada Rapat Paripurna telah menolak pembangunan Mako Brimob tersebut.

Koordinator FMJ-PTP Mully Wetipo mewakili seluruh elemen masyarakat yang tergabung dam tim mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh masyarakat yang mendukung dan berpartisipasi dan penolakan pembangunan Mako Brimob tersebut.

"Hari ini kita membuktikan apabila rakyat bersatu maka suara rakyat itu lebih berkuasa dan kuat
daripada suara-suara pemangku kepentingan dan elit-elit politik yang mengorbankan banyak orang berdosa untuk kepentingannya sendiri". Ungkapnya. (Agaretto Ney Sobolim)

Post a Comment

 
Top