0
wenepapua.com - Persoalan Papua  menjadi polemik yang tidak pernah bertemu dengan penyelesaian yang berarti.Pelanggaran HAM yang terjadi,menyebabkan ketidakberdayaan manusia begitupun birokrasi  tidak menemukan titik persoalan.Papua merupakan zona damai yang kini telah terancam akan kedamaian. Apakah ini faktor pembiaran Pemerintah Pusat ? Dimanakah Pemerintah Daerah,dan pula dimanakah Lembaga adat yang seharusnya melindungi segala persoalan ?

Kini, persoalan, konflik antar warga,dan suku terjadi terus – menerus terjadi tak hentinya
Di negari yang sebelumnya aman dan damai. Konflik yang berlangsung terus – menerus di Timika sangat meresahkan penduduk yang berdomisili di Timika khsusus manusia Amungme-Kamoro. Pemerintah yang seharusnya mengayomi dan pula melindungi masyarakat kini tak berkutik untuk melihat persoalan yang terus saja terjadi. Yang mempunyai kekuasaan penuh terletak pada
Pemerintah dan DPRD serta Lembaga Adat,namun selama ini tidak mempunyai taring yang tajam.
Maka, kini  saatnya Pemuda – Mahasiswa/i serta masyarakat Amungme – Kamoro melihat persoalan ini secara serius  untuk menunjukan jati diri yang selama ini tidak dihargai sebagai manusia seutuhnya di negeri leluhur. Rumah yang dulunya aman,damai ,sejahtera kini  hampar terporak – poranda tak berarti.

Bila hal ini terus dibiarkan, apakah manusia anak negeri akan terkucilkan dalam situasi ketakutan?
Yang seharusnya terjadi  semua orang yang datang di daerah Mimika harus menghargai kearifan lokalnya.
Yang harus terjadi semua orang yang datang ke daerah Mimika harus bersyukur akan kehidupan yang  telah ada,bukan sebaliknya kehidupan yang berada di bawah tekanan.

Alasan pernyataan yang disampaikan ini adalah sebagai wujud kepedulian mahasiwa Mimika kepada Pemerintah Kabupaten Mimika  sebagai pelindung agar memahami dan mengambil langkah – langkah nyata dan bukan janji – janji politis.
Maka, kami mahasiswa/i Mimika menyatakan sikap bahwa :

1. Pemerintah Kabupaten Mimika harus berani bertindak dengan penuh tanggung jawab menyelesaikan konflik – konflik antar suku maupun Amungme dan Kamoro di Timika

2. DPRD Mimika harus tegas menyikapi konflik yang terjadi-jangan hanya duduk diam, harus menanggapi masalah-masalah terjadi di daerah mimika

3. Lembaga Adat  “ Lemasa dan Lemasko harus lebih berani karena di Mimika adalah wilayah adat independen kalian. Jangan karena termanja oleh materi kalian terlena dan tidur diatas persoalan segera ambil tindakan yang tegas.

4. Manusia Papua dan lebih khusus Masyarakat Amungme dan Kamoro harus bangkit dan tegas melarang segala aksi kekerasan di daerah Mimika, kita punya hak kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.

5. Pihak keagamaan yang berada di Kabupaten Mimika harus berperan dalam penyelesaian konflik di Mimika

 Kami  sebagai Mahasiswa/i  Kabupaten Mimika yang bernaung dibawah IPMAMI SEJAWA – BALI KHUSUSNYA DI KORWIL SEMARANG “ DIBAWAH KOORDINASI KETUA IPMAMI :BENNY MAGAL sebagai orang –orang peduli mengharapkan agar semua masalah atau persoalan yang terjadi harus segera diselesaikan.

Akhirnya, segala hormat dan kerja sama dari semua menjadi modal perdamaian di tanah Mimika tercinta “ Tanah Amungsa, Bumi Kamoro “.

HORMAT KAMI

MAHASISWA/ I IPMAMI KORWIL SEMARANG









(Ney S)

Post a Comment

 
Top